Tahun 2020 merupakan momen penting lahirnya organisasi yang diberi nama Cendekia Langit. Kesadaran akan pentingnya pengembangan diri di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat membuat para dosen muda UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berinisiatif untuk membentuk sebuah wadah yang mampu menampung inspirasi-inspirasi kreatif dan mampu berkolaborasi dalam membangun Negeri. Pemrakarsa organisasi ini adalah Imam Arifaillah Syaiful Huda, Erwin Siregar, Mutamassikin, Ahmad Syukron Prasaja, Ahmad Syahrizal, Nurlia Pusfita, Lidya Anggraini, Syukria Ningsih, Vinny Yuliani Sundara, Fiqi Nurmanda Sari, Yudi Kurniawan, Dodi Harianto, Hendra Gunawan dan Ainun Mardia. Pada tanggal 21 Juni 2020 diadakan Rapat awal yang berlangsung secara virtual. Hasil keputusan rapat adalah dibentuknya sebuah organisasi yang diberi nama Cendekia Langit (CL). "Cendekia" diartikan seorang Insan yang sudah dididik dan terdidik secara komprehensif tentang Iman dan Taqwa (IMTAQ) kemudian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Sedangkan kata "Langit" merupakan elemen yang posisinya paling tinggi dalam Tata Surya. Siapa yang bersinggasana pada elemen yang paling tinggi itu? Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi, Cendekia Langit merupakan Organisasi yang beranggotakan Insan yang dididik dan terdidik secara komprehensif tentang IMTAQ dan IPTEK dengan mengharapkan Ridho Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dari langit, untuk menebarkan kebermanfaatan di muka bumi. Setelah Cendekia Langit ditetapkan sebagai nama organisasi, dibentuk pula struktur organisasi Cendekia Langit yang beranggotakan 14 orang dengan tugas masing-masing sesuai jabatannya. Struktur organisasi CL terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, divisi pendidikan, divisi penelitian, divisi pengabdian masyarakat dan divisi kreatif. Pada bulan Agustus 2020, diadakan rapat untuk memperluas gerak Cendekia Langit menjadi sebuah yayasan. Bersamaan dengan itu, dibentuklah divisi enterpreneur untuk mendukung tujuan Cendekia Langit sebagai organisasi yang mandiri dari segi materi. Ruang lingkup CL berfokus pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, namun pada momen tertentu CL menjalankan peran yayasan yang bersifat komersil untuk kemandirian dalam pendanaan organisasi. CL juga membuka diri untuk masyarakat luar melakukan kolaborasi pada beberapa proyek yang bersifat tentatif.